
Kalau gak salah, acara jalan-jalan ini mendadak bisa terjadi. Kalau gak salah juga, saat itu kita-kita lagi minggu tenang mau menghadapi UTS (Ujian Tengah Semester). Nggak tau idenya siapa, pagi itu, di kos-an nya cewek-cewek manis dan baik hati, kita menyebut diri kita Triple-E, ada Eni, Ety dan Euni, di Dago Tengah di sudut kota Bandung yang tentram, hehehe….pas khan gaya yang nulis bak seorang penulis :D datanglah “pria-pria gagah miliknya kelas H yang super kompak itu menghampiri, antara lain, Mas Tri, Mas Ari, Mas Faisal, Mas Santo (pengkhianat Kelas C, geerr….), Cumi, dan Uding.
Tapi sayang hari itu, Euni sedang pulang kampung ke Cianjur, jadi hanya Ety dan Eni alias Nde’ aja yang menghadapi mereka. Dan sebelumnya, maaf-maaf ni ye buat teman-teman yang lain yang merasa gak ikut. Bukannya kita gak ngajak, tapi kalian banyak yang pulang kampung, secara libur seminggu, lumayan juga pulang menemui keluarga masing-masing, tenang belajar di rumah sambil kangen-kangenan. Lah kita-kita, merasa tanggung untuk pulang, jadi, klo di Bandung teman-teman siap menghadapi UTS dengan tenang, kita-kita mau buat “keributan” aja di Situ Patenggang. Refreshing dulu pren!

Nah, setelah disepakati bersama, ternyata mereka punya ide pengen mengajak kita-kita jalan-jalan ke Situ Patenggang. Siapa yang tidak kenal Situ Patenggang, sebuah tempat pariwisata yang sangat terkenal di Jawa Barat, tepatnya di daerah Pangalengan. Sebuah telaga dengan air yang jernih dan pemandangan yang indah, dan udaranya yang sejuk. Wuihhh….sebelum pergi kesana, Ety yang perantauan belum bisa membayangkan gimana indahnya Situ Patenggang seperti yang orang-orang bilang. Mau tau ceritanya gimana? Simak deh, cerita foto, hasil jepretan kita-kita berikut ini………
Kita start pagi hari dari Dago Pojok menuju Pangalengan menggunakan angkot carteran menuju Situ Patenggang. Yang ikut saat itu, Mas Tri, Mas Ari, Mas Faizal, Mas Santo, Pambudi, Abang Adi Aceh alias Cumi, Uding, sedangkan yang ceweknya Cuma Ety dan Eni.

“Ya begini ini tampang eks preman Jatinegara, gagah ya?! (ssst….yang dimaksud Mas Tri lho, hehe).”
“Mentang-mentang mau difoto, cari pose yang super cuek. Liat tuh, gak sengaja, tapi bagus khan? Lebih alami. Liat deh…Ety sampe meliuk-liuk, Uding sama Pambudi senyum kepaksa, dan Cumi, kacian…Cuma keliat punggungnya aja (malu bang, ama kamera, jadi membelakangi lensa…hehehe).”

Nah yang ini….tempat kita-kita kumpul di pinggir telaga nan jernih, tempatnya sejuk dan sunyi tapi menentramkan lho. Gak boleh gak….kita tetep harus berfoto, mengabadikan moment-moment langka ini. Sambil bernyanyi-nyanyi, makanya tuh gitar gak bisa jauh-jauh, kudu dipetik.

Ety said : “Hayo semua….ety yang mainin gitarnya, Ety bisa kok, kalian yang gantian nyanyi….hehehe….narsis dot com.
Maaf-maaf nih ya sebelumnya, Ety terpaksa memasang juga foto ini di buku kelas kita. Memang cerita ini sudah lama sekali berlalu, tapi kenangan-kenangan apapun bentuknya, baik itu indah, baik atau buruk, menyenangkan maupun menyakitkan, tetap bagian dari memori kita bersama.

Ety sebagai sang penulis, perlu rasanya mengkonfirmasi atas berita-berita yang beredar selama ini di kalangan kelas H, (hahaha….serasa selebriti aja ya pake konfirmasi). Foto ini asli, tidak direkayasa, benar-benar terjadi, eits….tunggu dulu, kisahnya yang tidak benar-benar terjadi. Sebelumnya, mohon ampun dan maaf dulu buat Mas Ari, Ety kudu menjelaskan kepada fans-fans kita, bahwa tidak terjadi apa-apa antara Ety sama Mas Ari. Asli Gossip, Jangan dipercaya, dosa kalo percaya!!!! Hahahaha……..
Maklum deh selebriti kampus, penyanyi kelas H (gak papa deh mau ge-er ach daripada minder, qeqeqe), ada aja yang manusia yang gak senang liat orang senang, (bacanya jangan pake hati ya, biar terkesan gak serius, gitu loh!). Bener loh, Ety sama Mas Ari cuma berteman, mas Ari udah Ety anggap kakak yang baik, seperti halnya juga Ety terhadap Mas Tri , Mas Santo, Mas Faizal, Abang Adi, dan Uding. Kita tuh dah kayak saudara banget. Kalian tau lah, selama ini kita-kita khan deket banget, sering maen ke kos-an, ngerjain tugas bareng, pokoknya dah kayak keluarga kedua deh. Toh gak cuma sama Ety, sama Eni dan Euni juga begitu.

Udah jelas khan teman-teman. Sekarang dah terbukti khan, kita sudah punya keluarga masing-masing. Ingatlah teman-teman…..kita semua saudara, walau kita berjauhan, hati kita tidak pernah jauh. Suatu saat kita semua bisa berkumpul kembali plus junior-junior kita. Insya Allah.
Begitu deh ceritanya……akhirnya, dengan angkot yang sama, kita pulang kembali ke Bandung dengan selamat. Membawa kenangan akan Situ Patenggang yang tak kan terlupakan.