MY ALBUM

Thursday, October 21, 2010

INGIN MENJADI PSIKOLOG

Pagi itu kulangkahkan kakiku menuju kampus. Itu adalah hari pertama perkuliahan dimulai setelah melewati satu minggu masa orientasi dan menyandang status sebagai seorang mahasiswi. Dengan langkah pasti aku berjalan bersama kedua orang temanku satu kost di sudut kota Bandung. Jarak kampus yang ditempuh dari kost-anku ± 200 meter. Ada jalur alternatif melalui pintu belakang dari kampusku sehingga waktu yang kami lalui dengan berjalan kaki tidak terlalu lama, ± 7 menit saja.

Ada yang berkesan tiap kali aku pergi ke kampus. Kampusku bertetangga dekat dengan kampus Universitas Padjajaran Bandung Fakultas Psikologi, dimana fakultas tersebut adalah tujuan utama aku disaat aku mengukuti ujian UMPTN (sekarang SNMPTN). Aku bercita-cita ingin menjadi seorang ”Psikolog”.

”Teman-teman, tau gak, seharusnya aku jalan lurus lho bukan belok ke kanan!”

Begitulah kataku kepada kedua temanku tersebut ketika aku katakan bahwa jalan lurus itu menuju kampus Fakultas Psikologi yang menjadi kampus impianku. Sedangkan jalur yang belok ke kanan adalah jalan menuju kampusku yang sekarang menjadi kampus almamaterku. Hingga aku ceritakanlah kepada mereka mengapa aku bisa berkata seperti itu.

Tiap kali mengenang peristiwa itu, aku hanya tersenyum simpul dan berkata dalam hati.

”Ya Allah, disini tempatku, Engkau punya rencana lain untukku.”

Disaat aku merasa cita-citaku kandas untuk menjadi seorang Psikolog, jujur, aku gak kecewa dan sedih-sedih amat, karena di kampusku, aku juga belajar Psikologi. Bahkan, ruang lingkup pelajaran yang aku dapat justru lebih luas daripada Psikologi yang hanya menangani manusia secara pribadi orang per orang. Sedangkan di jurusanku, yaitu ”Kesejahteraan Sosial”, lebih menekankan kepada penanganan masalah manusia secara keseluruhan di dalam lingkungan sosialnya.

Hikmah yang kudapat, setidak-tidaknya, saat ini, aku menjadi ”Psikolog bagi diriku sendiri”. Aku jadi lebih memahami, bahwa apa yang kita inginkan tidak selamanya bisa kita dapatkan.

That’s life!

Monday, May 10, 2010

C A M P I N G 1 !!!!!

Emangnya enak camping! Kagak bisa tidur karena banyak nyamuk dan kedinginan, yang pasti jarang mandi. Tapi...ada kesannya bisa ngehangetin badan (Siduru), melihat pemandangan (sungai, gunning dan langit). Dan yang paling seremnya…..digodain hantu, it’s true.


Dengan camping, Kelas H dapat bersatu sampai sekarang dan yang mengatakan Kelas H tidak ada, itu bukan Kelas H…..sadis ngggak????? Mau bukti!!!! Ada!!! Senang kalau ketemu teman sekelas dan sedih bila berpisah…..iya khan?


“Temen-temen, redaksi di atas, asli lho bikinannya tim redaksi, gak Ety edit, gak ditambah maupun dikurangi, dengan tujuan, untuk keasliannya aja……”
Don’t be lay to yourself……pokoknya Kelas H ‘emang mooi lah......


Makan-makan yo, lapernya sudah dari siang tadi baru ketemu malam hari nikmatttt.....dengan tempe kering buatan Neri, nasi goreng dan dan bistik teri pokoke nikmat makan malam bersama di alam terbuka, walaupun harus sepiring berdua, segelas berdua dan satu tenda beramai-ramai.


Ini air terjun terindah yang kita jumpai. Masih asli dan wuiihh dingin tapi asyiikk banget.


Aduh.....aduh....kita mau photo nich!
Kita bertiga.....maniez sekali senyumnya.....tapi kenapa Nde' sama Euni ngeliatnya kesana khan kameranya di depan, kayak Ety tuh....Cheeersss manis khan???


Pulang yo......sieun aya Jurig......
Awas-awas Eva mau berpose......Dolly ‘ama Deddy minggir donk!

Saturday, April 17, 2010

# BAKAR IKAN DAN MEMORY DAUN PISANG #

Oh My God….If I could turn back the time…….Kapan ya bisa seperti ini lagi. Memang tidak akan bisa seperti kisah ini lagi, tapi itulah hidup, penuh kenangan yang takkan bisa terlupakan, dan kita hanya bisa mengenangnya semoga selalu terpatri di hati kita masing-masing.



Apa yang ada di benak orang jika menyebut kata ikan bakar dan makan bareng? Pasti hal yang biasa alias biasa-biasa aja. Tapi gak buat kita-kita kali ini. Aku merasakan aura yang berbeda banget dengan kumpul-kumpul kita kali ini. Kita ngadain acara bakar-bakar ikan hasil pancingannya Aca dan teman-teman, lalu kita makanin deh tuh ikan bareng-bareng. Uniknya, cara makannya gak dengan piring masing-masing, tapi dengan menggelar daun pisang, diletakkanlah tuh korban pembantaiannya beserta nasi sebagai pelengkapnya, lau kita serbuuuu…..habis deh daging ikannya, tinggallah tulang belulangnya.




Acara bakar-bakar rumahnya…ups salah, bakar ikannya di kos-annya Aca dan Hugeng di Dago bawaaahhh banget deket tambak ikan (hehehe…sori pren, penulis lupa nama daerah tinggal kalian). Yang pasti tempatnya asyik, suasana se-Sundaannya masih kental banget, adem dan gak bakal diketemui di Amrik sono, ya iyalah…secara jaman-jaman kita dulu, Bandung masih sejuk dan gak serame dan seribet sekarang. Ampyuuun…..macet dimana-mana.

Temen-temen yang dating waktu itu bisa diliat di fotonya aja ya….habis lumayan banyak, secara makan-makan geto lho…..hahahaha……!!!! Sungguh! Kenangan yang tak terlupakan dan unik menurutku. Berikut ini teman, cerita fotonya…..


Tuh...bisa liat khan gimana serunya makan bersama setelah acara bakar-bakar rumahnya eits salah...bakar ikannya di rumah Aca, luaperrr banget tuh. Tapi tau gak kalian semua, yang bikin berkesan adalah...ety nih gak nyangka awalnya kalo cara makannya di atas pelepah daun pisang yang masih utuh, lalu diletakkanlah ikan-ikan yang telah dibakar tadi bersama nasi. Jadiinget lagu "Memory Daun Pisang" nih, kalo ini daun pisangnya buat alas makan, sedangkan lagu itu khan buat hujan-hujan gitu, ya gak? hehehe.....Ternyata temen-temen pria asli kreatif, secara...Ety baru ngerasain makan bersama seperti itu biasanya "sepiring berdua' aja hahahaha......(Judul lagu dangdut lagi deh).



Suatu pengalaman, baik itu indah atau buruk, lucu, konyol, menggelikan, dan tentunya yang menyenangkan, tidak akan pernah lepas dari ingatan. Jujur, ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Apalagi bagi Ety, karena kita-kita yang berstatus anak kost dan perantauan, betapa indah dan menyenangkan bertemu dan selalu berkumpul dengan teman-teman yang baik-baik, senasib dan seperjuangan. Walaupun kita-kita jauh dari keluarga terutama jauh dari orang tua, tapi kita bisa menjaga diri dan saling mendukung. Acara bakar ikan ini dimulai dari pukul jam 8 malam hingga pukul 2 dini hari, tidak menjadi penghalang...kapanpun waktunya, tapi kita bisa menjaga diri dan selalu merasa aman karena teman-teman memberikan kenyamanan itu bagi semuanya.

Terima kasih semua....Ety selalu merindukan kalian dan juga selalu merindukan kebersamaan kita lagi seperti yang dulu. Maybe next time....... Amin!

Wednesday, February 24, 2010

# JALAN-JALAN KE SITU PATENGGANG #


Kalau gak salah, acara jalan-jalan ini mendadak bisa terjadi. Kalau gak salah juga, saat itu kita-kita lagi minggu tenang mau menghadapi UTS (Ujian Tengah Semester). Nggak tau idenya siapa, pagi itu, di kos-an nya cewek-cewek manis dan baik hati, kita menyebut diri kita Triple-E, ada Eni, Ety dan Euni, di Dago Tengah di sudut kota Bandung yang tentram, hehehe….pas khan gaya yang nulis bak seorang penulis :D datanglah “pria-pria gagah miliknya kelas H yang super kompak itu menghampiri, antara lain, Mas Tri, Mas Ari, Mas Faisal, Mas Santo (pengkhianat Kelas C, geerr….), Cumi, dan Uding.

Tapi sayang hari itu, Euni sedang pulang kampung ke Cianjur, jadi hanya Ety dan Eni alias Nde’ aja yang menghadapi mereka. Dan sebelumnya, maaf-maaf ni ye buat teman-teman yang lain yang merasa gak ikut. Bukannya kita gak ngajak, tapi kalian banyak yang pulang kampung, secara libur seminggu, lumayan juga pulang menemui keluarga masing-masing, tenang belajar di rumah sambil kangen-kangenan. Lah kita-kita, merasa tanggung untuk pulang, jadi, klo di Bandung teman-teman siap menghadapi UTS dengan tenang, kita-kita mau buat “keributan” aja di Situ Patenggang. Refreshing dulu pren!

Nah, setelah disepakati bersama, ternyata mereka punya ide pengen mengajak kita-kita jalan-jalan ke Situ Patenggang. Siapa yang tidak kenal Situ Patenggang, sebuah tempat pariwisata yang sangat terkenal di Jawa Barat, tepatnya di daerah Pangalengan. Sebuah telaga dengan air yang jernih dan pemandangan yang indah, dan udaranya yang sejuk. Wuihhh….sebelum pergi kesana, Ety yang perantauan belum bisa membayangkan gimana indahnya Situ Patenggang seperti yang orang-orang bilang. Mau tau ceritanya gimana? Simak deh, cerita foto, hasil jepretan kita-kita berikut ini………

Kita start pagi hari dari Dago Pojok menuju Pangalengan menggunakan angkot carteran menuju Situ Patenggang. Yang ikut saat itu, Mas Tri, Mas Ari, Mas Faizal, Mas Santo, Pambudi, Abang Adi Aceh alias Cumi, Uding, sedangkan yang ceweknya Cuma Ety dan Eni.



“Ya begini ini tampang eks preman Jatinegara, gagah ya?! (ssst….yang dimaksud Mas Tri lho, hehe).”

“Mentang-mentang mau difoto, cari pose yang super cuek. Liat tuh, gak sengaja, tapi bagus khan? Lebih alami. Liat deh…Ety sampe meliuk-liuk, Uding sama Pambudi senyum kepaksa, dan Cumi, kacian…Cuma keliat punggungnya aja (malu bang, ama kamera, jadi membelakangi lensa…hehehe).”


Nah yang ini….tempat kita-kita kumpul di pinggir telaga nan jernih, tempatnya sejuk dan sunyi tapi menentramkan lho. Gak boleh gak….kita tetep harus berfoto, mengabadikan moment-moment langka ini. Sambil bernyanyi-nyanyi, makanya tuh gitar gak bisa jauh-jauh, kudu dipetik.

Ety said : “Hayo semua….ety yang mainin gitarnya, Ety bisa kok, kalian yang gantian nyanyi….hehehe….narsis dot com.

Maaf-maaf nih ya sebelumnya, Ety terpaksa memasang juga foto ini di buku kelas kita. Memang cerita ini sudah lama sekali berlalu, tapi kenangan-kenangan apapun bentuknya, baik itu indah, baik atau buruk, menyenangkan maupun menyakitkan, tetap bagian dari memori kita bersama.

Ety sebagai sang penulis, perlu rasanya mengkonfirmasi atas berita-berita yang beredar selama ini di kalangan kelas H, (hahaha….serasa selebriti aja ya pake konfirmasi). Foto ini asli, tidak direkayasa, benar-benar terjadi, eits….tunggu dulu, kisahnya yang tidak benar-benar terjadi. Sebelumnya, mohon ampun dan maaf dulu buat Mas Ari, Ety kudu menjelaskan kepada fans-fans kita, bahwa tidak terjadi apa-apa antara Ety sama Mas Ari. Asli Gossip, Jangan dipercaya, dosa kalo percaya!!!! Hahahaha……..

Maklum deh selebriti kampus, penyanyi kelas H (gak papa deh mau ge-er ach daripada minder, qeqeqe), ada aja yang manusia yang gak senang liat orang senang, (bacanya jangan pake hati ya, biar terkesan gak serius, gitu loh!). Bener loh, Ety sama Mas Ari cuma berteman, mas Ari udah Ety anggap kakak yang baik, seperti halnya juga Ety terhadap Mas Tri , Mas Santo, Mas Faizal, Abang Adi, dan Uding. Kita tuh dah kayak saudara banget. Kalian tau lah, selama ini kita-kita khan deket banget, sering maen ke kos-an, ngerjain tugas bareng, pokoknya dah kayak keluarga kedua deh. Toh gak cuma sama Ety, sama Eni dan Euni juga begitu.



Udah jelas khan teman-teman. Sekarang dah terbukti khan, kita sudah punya keluarga masing-masing. Ingatlah teman-teman…..kita semua saudara, walau kita berjauhan, hati kita tidak pernah jauh. Suatu saat kita semua bisa berkumpul kembali plus junior-junior kita. Insya Allah.
Begitu deh ceritanya……akhirnya, dengan angkot yang sama, kita pulang kembali ke Bandung dengan selamat. Membawa kenangan akan Situ Patenggang yang tak kan terlupakan.

Wednesday, November 11, 2009

JALAN-JALAN DAN KUMPUL-KUMPUL (LAGI) 1

Memang menyandang tugas sebagai seorang mahasiswa dituntut untuk mandiri dalam menghadapi apapun. Ada kalanya kejenuhan melanda. Gak mesti dong kuliah melulu. Saat-saat tertentu adalah keinginan untuk refreshing bersama teman-teman.

Alhamdulillah banget ya kita disatukan di dalam Kelas H yang sangat akrab dan kompak satu sama lain. Keakraban kita bersama itu terwujud dalam acara kumpul-kumpul seperti ini, antara lain :

// KE RUMAH LIESTIEN DARLIAH DI SOREANG //

Berlatar belakang budaya dan daerah asal yang berbeda-beda, mendorong kita untuk mengetahui daerah atau tempat tinggal teman kita. Contohnya 'neng Liestien' yang asli MOJANG SOREANG. Mumpung di Bandung euy, kita kudu tahu rumah teman kita. Siapa tahu suatu saat kita ke Bandung lagi sedangkan kita sudah kembali ke daerah masing-masing, bisa maen lagi kesana. Ya gak Lies?


Nich cerita foto...
"Ucu ama mbak Tatiek ngapain, kompak tapi gak gaya sich?" Senyum dong kayak Ety....hehehe.."
"Trus Boloho (Euny) kunaon? rambutnya ati bau yach?"
Ati says : "jangan gitu ach, rambut Ati baru dicuci satu bulan yang lalu kok, khan masih harum ya Ner..???"
Neri answer : "ya...ya...ya... uuaghhh :-((

Adegan foto di bawah ini diambil sebelum kita pulang meninggalkan rumah Liestien. Gak lupa dengan mengucapkan banyak terima kasih atas makanan dan minuman yang sudah diberikan kepada teman-teman. Kumpul-kumpul kita hari itu seru sekali, meski jauh perjalanan yang harus kita jalani, tapi berkat kelucuan dan kekocakan teman-teman yang gokil, semua itu gak berarti apa-apa dibandingkan dengan ketulusan Liestien menerima teman-teman main dan berkumpul di Soreang City dan mendapatkan cukup "energi" dengan perut kenyang harus kembali lagi ke Bandung. Persoalan bakal lapar lagi setibanya di Bandung, itu mah...urusan masing-masing.
kalo lapar ya...makan lagi, beli!!!


mejeng dulu di depan rumah Lierstien sebelum balik deui...
"Nopan, ngumpet aja sich? kapan lagi bisa jadi cover boy? ulah era...!!!"
"Kayak Ibu Eli tuch, miring sana miring sini, eksyen...."

Gitu dech ceritanya....selamat tinggal Soreang....kabuuurrr...!!!!!

Friday, October 16, 2009

PENELITIAN KE PUNCLUT

Mohon dimaafkan sebelumnya kalo redaksi alias yang punya tulisan ini rada lupa, sehingga tidak bisa menjelaskan secara gamblang apa tujuan penelitian dan kapan dilaksanakan. Maklum dech sudah lama sekali dan gak dicatat kronologisnya (kayak di kepolisian aja yach?), tapi yakinlah selalu dalam ingatan dan akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Dalam rangka melengkapi silabus perkuliahan, ada yang namanya penelitian. Nach, kali ini "projectnya" penelitiannya ke Punclut di daerah perbukitan gitu di Dago Atas di Kota Bandung, daerahnya indah, sejuk dan nyamaaan banget. Apalagi makanannya tuch, yang terkenal dan disukai banyak orang yang dateng yaitu nasi beras merahnya, ehmmm. Untuk mencapai ke puncaknya kita berjalan kaki, penuh dengan perjuangan dan semangat yang tinggi, tapi teteup...menyenangkan kok. Begini nich gambarannya....

Penelitian bo'...ke Punclut, sebelumnya kita berfoto dulu dong!
"Jangan serius terus kayak Nopan tuch, ntar botak lho kayak Pak Mardhi. hihihi...
"De' Lis cari dong tempat yang kosong jangan pengen desak-desakan dekat Mbak Endang aja, ntar Mas Mansur (Tri) murka, nyahok luu!."

Foto lagi yo... sebelum pulang, satu...dua...ti...preeet...eh siapa tuch yang celananya sobek, ANIK ya??? pantes aja gak mau berdiri sampai-sampai Yani dan Ika kaget gak bisa lagi tersenyum.


Nich kita-kita lagi istirahat. Capek habis penelitian ceunah!
"De Lis aja bawa bekel minuman satu dus cuma tinggal satu botol. Bagi doonkk haus nich."
"Mas Tri say: kemana ya chayank ku, kok gak ikutan kesini...(sepi sendiri.com)"
"Nde, lagi nyari si cobra buat nakut-nakutin Iyank yang lagi ngumpet tuch!"
"Ngapain tuch Aca, tengak-tengok, negliatin Ety yach!?" Ety jadi grogol nich, hehe..."
"Ati juga, makan permen gak bagi-bagi sampe mulutnya penuh gak bisa senyum seperti Yahni yang ngetawain rambutnya Yusran kalee!".

Keren ya gaya kita, walaupun capek katanya, urusan mejeng dan pepotoan tea getol banget. Liat aja gaya Ety, juga ada Lies Tien, eh...ada Aca diantara yang cantik jadi paling ganteng dech,heeeheheee....!"

Gitu dech...semoga bisa ingat kembali masa-masa itu dan jangan sampai dilupakan.

Sunday, August 30, 2009

PRAKTIKUM II



Selama perkuliahan, kita menjalani banyak praktikum yaitu praktek lapangan, seperti Praktikum I di lingkungan Kecamatan-kecamatan yang ada di kota Bandung. Dan Praktikum II di dalam lembaga-lembaga kesejahteraan sosial. Antara lain, kita-kita nich yang dapat tugas praktek di Rumah Sakit Jiwa Cimahi karena berkaitan dengan mata kuliah Peksos Medik.

Ini hasil jepretannya, para wanita mejeng dulu ach di depan logo RSJ Cimahi.


Dolly, Neri Rianti, Ety Riyanty, Sustiana, Eni Kurniawati dan Heni Rusmiyati

Dan ini para "pria-pria perkasa" penakluk "cewek-cewek sakit jiwa" di RSJ Cimahi

Eko Budi Wibowo, Nopan Riyanto, Tarjuniadi, Bowo, Pambudi

Kayaknya kita-kita gak bisa memungkiri dech, bahwa selain rumah kost kita yang sebenarnya, ada tempat lain yang juga memberikan kita banyak kenangan, yaitu selama "pindah kost" di rumah kontrakkan selama sebulan di depan lokasi praktikum II. Ibarat rumah kedua. "Seperti pindah kost aja", kata temen-temen. Waktu yang ada gak pernah kita lewatkan untuk selalu bersama untuk berkumpul dan ke tempat-tempat yang membuat pikiran kita gak suntuk karena jam praktik kita menghadapi "manusia-manusia luar biasa" selayaknya kita yang normal.
Seperti mendapat keluarga baru, kita berada di dalam satu rumah, sarapan bersama...



Dan mejeng dulu sebelum berangkat praktikum. Walau yang akan ditemui, jujur gak banget, tapi demi tugas negara yang berprofesi sebagai calon pekerja sosial, tetap semangat dan "keep smilling".